Laravel (6)

Mengenal Routing pada Laravel #5

Bisa Koding ~ Routing di dalam laravel sangatlah penting karena berfungsi untuk membuat, menangani request dan kemudian mengarahkan request tersebut  untuk memanggil halaman/resource dalam aplikasi laravel kamu. Dalam kesempatan kali ini kita akan lebih fokus untuk belajar mengenai routing yang berfungsi mengontrol akses pada aplikasi laravel kamu yaitu berada di Routes/web.php 

Sebelumnya saya akan menjelasakan file apa saja yang terdapat di dalam folder Routes :

  • api.php : File ini digunakan untuk membuat routing API. di dalam file ini kita dapat membuat API dengan menggunakan Laravel.
  • channels.php : File ini digunakan untuk membuat routing yang bersifat broadcasting event, seperti notification.
  • console.php : File ini digunakan untuk membuat routing command yang berjalan di terminal. disini kita juga bisa membuat perintah artisan kita sendiri.
  • web.php : File ini digunakan untuk membuat routing web yang akan sering kamu gunakan.

Routing paling dasar dapat dicontohkan sebagai berikut :

Route::get('home', function () {
    return 'Halo Sob';
});

/*
keterangan route diatas adalah :
method : get
nama url : home

jika url home diakses maka akan menampilkan tulisan "Halo Sob"
*/

Laravel sendiri telah menyediakan beberapa method pada Routing nya yaitu :

Route::get        //method utk menampilkan data yg dikirimkan melalui URL
Route::post      //method utk tambah data yg dikirimkan melalui form
Route::put      //method utk update data 
Route::patch   //method utk update data 
Route::delete //method yg digunakan utk hapus data

Route dengan View

Kita dapat langsung mengarahkan ke view melalui Route dengan contoh sebagai berikut : 

Route::get(‘/home’, function() {
  return view(‘welcome’);
});

/* ketika kamu mengakses url home maka route akan mengarahkan ke halaman
view dengan file welcome.blade.php yang telah kamu buat
*/

Route dengan Parameter

Route dengan Parameter biasa nya digunakan untuk menampilkan data berdasarkan parameter contohnya ketika kamu ingin mengakses halaman edit yang membutuhkan parameter, dengan contoh sebagai berikut :

//satu parameter
Route::get('post/{id}', function ($id) {
return 'Halaman Post ke '.$id;
});

//lebih dari satu parameter
Route::get('post/{id}/{category}', function ($id,$category) {
return 'Halaman Post ke '. $id . 'dengan Kategori' . $category;
});

/*
Keterangan Route diatas : 
jika halaman post diakses dengan parameter, maka akan menampilkan
tulisan Halaman Post ke (id) berdasarkan id yang di dapat.
*/

Route dengan Controller

Kamu juga dapat mengarahkan Url yang kamu punya ke Controller agar data yang kamu punya dapat diproses Controller yang kemudian di redirect ke Halaman yang kamu inginkan, contoh :

Route::get('contact', ['as' => 'contact', 'uses' => 'FrontEndController@kontak']);
Route::post('contact', ['as' => 'contact.store', 'uses' => 'FrontEndController@kontakStore']);

/*
Route diatas menggunakan nama url yg sama tetapi memiliki method yg berbeda
kita dapat membedakan route tersebut dengan memberi nama yaitu dengan 'as'
dan menggunakan controller dengan 'uses'.
mangakses route tersebut dengan menggunakan nama : route('contact') & route('contact.store')
*/

Mungkin sekian penjelasan tentang mengenal routing pada laravel jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Terima Kasih ~ ^-^

Laravel (7)

Mengenal Artisan pada Laravel #4

Bisa Koding ~ Artisan adalah baris perintah yang ada di laravel yang berfungsi untuk menjalankan sebuah perintah tertentu yang dapat diakses melalui perintah command prompt di terminal. kita dapat membuat banyak hal dengan cepat melalui perintah artisan ini, contohnya yaitu membuat model, controller, migration dan masih banyak lagi. 

untuk membuat artisan pertama kamu masuk ke directory project yang kamu buat kemudian ketikan php artisan :

berikut adalah contoh perintah artisan yang ada di dalam framework laravel :

//membuat controller
php artisan make:controller NamaController

//membuat Model
php artisan make:model NamaModel

//membuat migration
php artisan make:migration create_nama_table

//membuat model,controller,migration bersamaan
//ket: m:migration, c:controller, r: resource
php artisan make:model NamaModel -mcr

//membuat app key
php artisan key:generate

//merubah name space project
php artisan app:name NamaProject

untuk lebih lengkap nya silahkan kunjungi documentation: migrations di link berikut :

https://laravel.com/docs/5.8/migrations

Mungkin sekian penjelasan tentang mengenal artisan pada laravel, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Terima Kasih~ ^-^

Tutorial Selanjutnya : Mengenal Routing Pada Laravel #5

Laravel (8)

Struktur Projek Laravel 5.8 #3

Bisa Koding ~ Sebelum memulai  menggunakan framework laravel ada baiknya kita kenalan dulu dengan struktur folder & file di laravel agar kita mengetahui fungsi apa saja yang ada pada framework laravel tersebut.

 .env

.env sederhana nya adalah shortcut/pintasan dari konfigurasi dalam project laravel,  yang berada pada folder config. Sebagai contoh ketika kamu ingin merubah konfigurasi database, Sehingga kamu tidak perlu repot – repot untuk melakukan konfigurasi di config.database.php. Kamu hanya perlu melakukan konfigurasi pada contoh dibawah ini :

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=nama_database
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=

app/Http

Direktori ini merupakan direktori yang dibuat secara khusus untuk menyimpan seluruh file-file yang berkaitan dengan proses request dan response Http. Dikretori ini memiliki tiga buah sub direktori yang diantaranya adalah “Controllers”, “Middleware” dan “Requests”. Berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi dari ketiga buah sub direktori tersebut:

  • app/Http/Controllers: Direktori ini digunakan untuk menyimpan seluruh class Controller yang kita buat seperti misalnya ProductController.php, SalesController.php, dll.
  • app/Http/Middleware: Direktori ini digunakan untuk menyimpan seluruh class yang berhubungan dengna middleware PHP. Secara umum middleware adalah sebuah class yang akan dieksekusi sebelum HTTP request yang masuk diberikan kepada Controller. Tujuan dari class Middleware adalah untuk melakukan filter seperti misalnya menolak akses dari user yang belum login.
  • app/Http/Requests: Direktori ini hanya berisikan sebuah class yaitu Request.php yang dapat digunakan untuk mendapatkan data dari form request yang dikirim oleh web browser. Selain itu direktori ini juga ditujukan untuk menyimpan class validator yang kita buat baik yang dibuat secara manual ataupun dengan menggunakan perintah php artisan make:request

database/migration

Direktori ini berisikan file-file migrations yang digenerate oleh laravel pada saat kita menjalankan perintah php artisan make:migration. fitur migration sendiri sangat berguna untuk melakukan perubahan pada database baik itu penambahan tabel, penambahan kolom, menghapus kolom, menghapus tabel serta melakukan roll-back setiap perubahan database yang kita buat. Fitur migration ini akan sangat terasa manfaatnya terutama pada saat kita mengerjakan sebuah project di dalam sebuah tim dan banyak struktur database yang berubah seiring perkembangan project.

database/seed

Direktori ini berisikan file-file dabase seeds yang digenerate oleh laravel pada saat kita menjalankan perintah php artisan make:seeder. fitur seeding di laravel sendiri sangat berguna apabila kita ingin melakukan inisialisasi data (data awalan) pada table yang kita buat. 

public

Pada dasarnya laravel memisahkan antara direktori public dan private. direktori public adalah direktori dimana seluruh resource aplikasi dapat diakses melalui web browser seperti misalnya gambar, javascript dan css. Sedangkan direktori private sendiri berisikan seluruh kode PHP yang telah kita buat ataupun yang merupakan bawaan dari framwork laravel itu sendiri. Umumnya, dalam melakukan proses deployment laravel yang secure, hanya direktori public ini sajalah yang diletakkan di dalam direktori public_html pada web server sedangkan direktori lainnya diletakkan di luar direktori public_html.

resources

Direktori ini memiliki tiga buah sub direktori yaitu “assets”, “lang” dan views. Berikut ini adalah penjelas singkat terkait fungsi dari masing-masing sub direktori tersebut:

  • assets: Sejak rilis versi 5, laravel memiliki sebuah fitur yang bernama laravel elixir. Fitur ini ditujukan untuk membantu para pengguna laravel untuk meng-compile file less, saas dan coffescript yang mereka buat. Nah, direktori ini ditujukan untuk menyimpan resources tersebut yang nantinya akan secara otomatis dicompile oleh laravel dengan menggunakan gulp dan dipindahkan ke dalam direktori public. Selain itu kita juga dapat menyimpan resources berupa image atau berkas-berkas lain yang nantinya akan dipindahkan oleh laravel kedalam direktori public dengan cara yang sama.
  • lang: Secara default laravel sudah memiliki support terhadap implementasi localization yang dapat membantu para pengguna framework untuk menciptakan aplikasi web yang multi bahasa. Direktori ini menyimpan seluruh definisi bahasa yang telah kita buat.
  • views: Direktori ini digunakan untuk menyimpan seluruh file html / template blade yang kita buat.

Controller

Folder controller di projek laravel berada pada folder app/Http/Controllers yang dapat dibuat dengan menggunakan perintah artisan sebagai berikut :

php artisan make:controller NamaController

Model 

Model pada projek laravel berada pada folder app/Http yang dapat dibuat dengan menggunakan perintah artisan sebagai berikut :

php artisan make:model NamaModel

View

View pada projek laravel berada pada folder resources/views

Route

Route pada projek laravel berada pada folder routes yang biasa kita gunakan yaitu hanyalah web.php dan api.php

artisan 

file artisan merupakan file yang dieksekusi ketika kita menjalankan perintah php artisan.

composer.json

file composer.json adalah depedency yang dibutuhkan oleh framework laravel, jadi ketika kamu baru saja menambahkan library baru pada framework laravel yang akan disimpan di composer.json

//menmbahkan vendor/library yang dibutuhkan laravel
composer install

//mengupdate vendor/library yang dibutukan laravel
composer update

//mengaktifkan/autoload library yg baru di install/update
composer dump-autoload

package.json

merupakan depedency untuk node module atau javascript

phpunit.xml

merupakan konfigurasi untuk php unit atau automatic testing

server.php

merupakan file yang akan dieksekusi ketika kita menjalankan perintah php artisan serve di terminal

Mungkin sekian penjelasan tentang struktur projek dalam laravel jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Terima Kasih ~ ^-^

Tutorial Selanjutnya : Mengenal Artisan Pada Laravel #4

Laravel (9)

Menginstal Laravel 5.8 #2

Bisa Koding ~ Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bagaimana cara menginstal laravel pada local komputer anda.

1. Persiapan

Sebelum menginstal laravel ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu : 

Pastikan anda sudah mengetahui kedua aplikasi tersebut sebelum sebelum memulai belajar laravel, Xampp dibutuhkan untuk sebagai web server & database aplikasi kita yang akan kita gunakan yaitu apache mysql. Selanjutnya composer merupakan aplikasi package manager berguna untuk menginstal library-library laravel dengan perintah command.

2. Reqruitment

Sebelum menginstal laravel pastikan reqruitment nya sesuai dengan minimal reqruitment yang dibutuhkan sebagai berikut : 

  • PHP >= 7.1.3
  • BCMath PHP Extension
  • Ctype PHP Extension
  • JSON PHP Extension
  • Mbstring PHP Extension
  • OpenSSL PHP Extension
  • PDO PHP Extension
  • Tokenizer PHP Extension
  • XML PHP Extension

3. Instalasi

Pertama silahkan masuk terlebih dahulu ke terminal dan arahkan masuk ke direktori htdocs lalu lakukan instalasi laravel dan sesuaikan nama_project dengan nama project yang kamu ingin buat dan sesuaikan pula versi laravel yang anda inginkan. 

composer create-project --prefer-dist laravel/laravel nama_project "5.8.*"

tunggu instalasi selesai dan kemudian buka directori htdocs dan taraaaa project laravel kamu sudah langsung tersedia 

selanjutnya untuk menjalankan project yang baru kamu buat yaitu dengan buka di web browser kamu & panggil dengan alamat

localhost/nama_project/public

dan pastikan  tampil halaman welcome laravel sebagai berikut 

jika sudah tampil halaman welcome laravel seperti gambar diatas selamat berarti instalasi project laravel sudah berhasil.

Mungkin sekian penjelasan tentang menginstal laravel jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Terima Kasih ~ ^-^

Tutorial Selanjutnya : Struktur Projek Laravel 5.8 #3

Laravel (10)

Apa itu Laravel ? #1

Bisa Koding ~ Laravel Merupakan sebuah framework PHP yang didirikan oleh Taylor Otwell yang rilis perdana pada Juni 2011 yang menggunakan konsep Model – View – Controller (MVC) dalam framework nya.  Laravel lebih powerfull dibandingkan rivalnya yaitu Codeigniter dengan adanya Artisan & banyak nya Librarydidalamnya.

Tapi apasih Artisan itu artisan adalah baris perintah yang ada di laravel yang berfungsi untuk menjalankan sebuah perintah tertentu yang dapat diakses melalui perintah command prompt di terminal. kita dapat membuat banyak hal dengan cepat melalui perintah artisan ini, contohnya yaitu membuat model, controller, migration dan masih banyak lagi. 

untuk membuat artisan pertama kamu masuk ke directory project yang kamu buat kemudian ketikan php artisan ….. :

Selain Artisanlaravel juga menggunakan composer yang merupakan alat manajemen dependency pada php seperti npm di node.js dan Bundler di Ruby. composer memungkinkan untuk membuat library pada project laravel kamu yang akan menginstall atau mengupdate secara otomatis libaray yang kamu butuhkan.

laravel sekarang sudah memasuki versi 6.0 yang terdiri dari Versi LTS dan non-LTS

Versi LTS akan mendapatkan dukungan selama 2 tahun untuk perbaikan bug dan dukungan selama 3 tahun untuk perbaikan keamanan. Sedangkan versi non-LTS hanya akan mendapatkan dukungan selama 6 bulan untuk perbaikan bug dan dukungan 1 tahun untuk perbaikan keamanan.

VersiTanggal RilisVersi PHP
1.0Juni 2011
2.0September 2011
3.022 Februari 2012
3.127 Maret 2012
3.222 Mei 2012
4.028 Mei 2013≥ 5.3.0
4.112 Desember 2013≥ 5.3.0
4.21 Juni 2014≥ 5.4.0
5.04 Februari 2015≥ 5.4.0
5.1 LTS9 Juni 2015≥ 5.5.9
5.221 Desember 2015≥ 5.5.9
5.323 Agustus 2016≥ 5.6.4
5.424 Januari 2017≥ 5.6.4
5.5 LTS30 Agustus 2017≥ 7.0.0
5.67 Februari 2018≥ 7.1.3
5.74 September 2018≥ 7.1.3
5.826 Februari 2019≥ 7.1.3
6.0 LTS3 September 2019≥ 7.2.0
7.0
Keterangan
versi terdahulu | versi terdahulu, masih didiukung | versi saat ini | versi pratayang terbaru | rilis selanjutnya

Gimana sob? udah  mulai tertarik dengan laravel, yuk belajar dasar-dasar laravel di bisakoding dengan mengikuti tutorial selanjutnya.  

Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Terima Kasih ~ ^-^

Tutorial Selanjutnya : Menginstal Laravel 5.8 #2